SMA NU Al Ma’ruf Kudus Bekali Siswa Kelas XII dengan Materi Aswaja Jelang Ziarah Tokoh Pendiri NU

SMA NU Al Ma’ruf Kudus kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan karakter keislaman siswa melalui kegiatan pembekalan Aswaja (Ahlussunnah wal Jamaah) bagi seluruh siswa kelas XII. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 16 April 2026, bertempat di aula lantai 3 sekolah, mulai pukul 07.00 WIB, dengan pendampingan wali kelas masing-masing.

Pembekalan ini menjadi bagian penting dalam rangkaian persiapan kegiatan ziarah ke makam para tokoh pendiri Nahdlatul Ulama yang dijadwalkan berlangsung mulai tanggal 19 April 2026. Seluruh siswa kelas XII akan mengikuti kegiatan ziarah tersebut sebagai bentuk penguatan nilai spiritual sekaligus penghormatan terhadap jasa para ulama.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan pembekalan menghadirkan narasumber yang kompeten, salah satunya Gus Yasin, yang memberikan materi seputar praktik ibadah sesuai dengan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah. Materi yang disampaikan meliputi tata cara ibadah yang benar, adab dalam berziarah, serta penguatan amaliyah khas Nahdlatul Ulama yang menjadi tradisi keagamaan di lingkungan sekolah.

Para siswa mengikuti kegiatan dengan penuh khidmat dan antusias. Mereka tidak hanya mendapatkan pemahaman secara teoritis, tetapi juga praktik langsung yang akan sangat berguna dalam pelaksanaan ziarah mendatang.

Pihak sekolah menyampaikan bahwa pembekalan ini bertujuan untuk memastikan siswa memiliki bekal keilmuan dan adab yang baik saat melaksanakan ziarah. Dengan demikian, kegiatan ziarah tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi juga memiliki makna spiritual yang mendalam.

Wali kelas yang turut mendampingi siswa selama kegiatan berlangsung berperan aktif dalam menjaga ketertiban serta membantu siswa dalam memahami materi yang disampaikan.

Dokumentasi Pembekalan Aswaja

Melalui kegiatan ini, SMA NU Al Ma’ruf Kudus berharap siswa kelas XII dapat mengimplementasikan nilai-nilai Aswaja dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus menjalankan kegiatan ziarah dengan penuh kesadaran, kekhusyukan, dan penghormatan kepada para tokoh pendiri Nahdlatul Ulama.